021 - 39838014

Pembentukan (Genesa) Logam Mulia dan Batu Mulia

Kategori

 

Journey of Gemstone and Precious Metal

Bagikan:

 

Genesa merupakan asal mula pembentukan batuan atau mineral yang dapat berasal dari proses yang dipengaruhi oleh proses internal (geologi), proses eksternal (kondisi iklim), dan pengaruh organik yang dialaminya.

 

Proses Anorganik (Proses Internal dan Proses Eksternal)

Proses anorganik adalah proses pembentukan batu mulia dan logam mulia yang terjadi tanpa melibatkan makhluk hidup, melainkan dengan bantuan gaya endogen dan gaya eksogen yang ada di bumi. Proses ini dibagi lagi menjadi proses internal dan proses eksternal.

Proses internal merupakan proses pembentukan mineral yang terjadi di bawah permukaan bumi akibat adanya gaya endogen. Beberapa proses internal pembentukan mineral antara lain:

1. Proses Magmatis

Proses ini terjadi ketika magma mengalami pendinginan dan pembekuan sehingga membentuk mineral-mineral yang berwujud padat dan memiliki suatu bentuk kristal. Proses ini terjadi pada temperatur tinggi (> 600˚C). Contoh bijih yang dapat terbentuk dari proses ini adalah Intan, Amethyst (Kecubung), Jade (Giok), Emas.

2. Proses Pegmatisme

Proses ini terjadi setelah proses pembentukan magmatis, larutan sisa magma (larutan pegmatisme) yang terdiri dari cairan dan gas membeku dan menjadi mineral. Mineral tersebut terbentuk dari hasil injeksi magma yang menerobos batuan di sekelilingnya sebagai dike ataupun sill. Proses ini terjadi pada temperatur 600˚C – 450˚C. Proses ini menghasilkan batuan yang dikenal sebagai pegmatit dan terkadang berasosiasi dengan mineral berharga seperti Akuamarin, Amethyst (Kecubung), Topaz, dan beberapa Turmalin terbaik dunia.

3. Proses Pneumatolisis

Setelah temperatur menurun di sekitar 450 – 550˚C, akumulasi gas yang tersisa dari magma mulai membentuk jebakan pneumatolisis dan magma yang tersisa makin encer. Unsur volatil akan bergerak menerobos batuan samping disekitarnya, kemudian batuan samping akan bersifat reaktif terhadap uap panas yang dihasilkan oleh magma, dan membentuk mineral baru. Contoh bijih yang dapat dihasilkan dari proses ini ialah Timah, Epidot, Garnet, Tremolite, Topaz, Vesuvianite, Aktinolit, Tremolite, dan Turmalin. 

4. Proses Hidrotermal

Merupakan proses yang dipengaruhi temperatur dan tekanan yang sangat rendah dan larutan magma yang terbentuk sebelumnya. Proses ini terjadi karena adanya presipitasi larutan fluida panas (hidrotermal) yang dapat berupa fluida magmatik, fluida meteorik, ataupun campuran dari kedua fluida tersebut di sekitar tubuh batuan.

Berdasarkan tingkat kedalaman, tekanan, dan temperaturnya, endapan hidrotermal dikelompokkan menjadi 3, yaitu:

  • Epitermal

Endapan epitermal adalah endapan yang terbentuk di dekat permukaan sampai kedalaman 1500 m di bawah permukaan bumi dengan temperatur 50 – 200°C. Contoh bijih yang dapat kita temukan di area ini adalah Kuarsa, Emas, Perak, dan Tembaga.

  • Mesotermal

Endapan mesotermal terbentuk pada kedalaman menengah, yakni dari 1200 – 4500m, begitu pula tingkat tekanan dan temperaturnya juga menengah. Temperatur pembentukan mineral berkisar antara 200 – 300°C. Kita dapat menemukan Tembaga, Emas, Kuarsa, dan juga Timah di area ini.

  • Hipotermal

Endapan hipotermal terbentuk pada wilayah yang cukup dalam, yakni 3000 – 15000 m di bawah permukaan bumi dan tekanan tinggi serta temperatur berkisar 300 – 500°C. Bijih biasanya ditemukan pada endapan hipotermal adalah Timah, Emas, Tembaga, dan Turmalin. 

5. Proses Replacement (Metasomatic replacement)

Proses penggantian suatu mineral atau lebih menjadi mineral-mineral baru yang lain diakibatkan adanya agen pembawa mineral yang berupa gas, uap, air panas pada suhu rendah dengan mineralisasi komponen sederhana. Bentuk endapan replacement disebut replacement vein. Proses ini umumnya berkaitan juga dengan proses hidrotermal karena berkaitan dengan air panas sebagai salah satu agennya. Contoh bijih yang dapat terbentuk melalui proses ini adalah Emas.

6. Proses Metamorfisme

Proses perubahan dalam mineralogi atau tekstur yang terjadi pada batuan akibat peningkatan tekanan dan/atau suhu. Contoh bijih yang terbentuk dari proses ini adalah Intan, Jade (Giok), Ruby, Sapphire.

 

Selain proses internal, terdapat juga proses eksternal, yakni proses pembentukan mineral pada permukaan bumi yang diakibatkan oleh adanya gaya eksogen. Proses-proses tersebut antara lain:

1. Proses Mechanical Accumulation

Proses Mechanical Accumulation adalah proses pengayaan bijih yang berasal dari butiran-butiran mineral yang terpecah akibat proses erosi dan pelapukan batuan oleh tenaga eksogen seperti air dan angin. Mineral-mineral berat yang resisten terhadap erosi dan pelapukan selanjutnya akan tertransport, terakumulasi, dan terendapkan di suatu area yang rendah. Endapan mineral tersebut biasa dikenal dengan placer deposit. Contoh bijih yang bisa didapatkan di endapan ini adalah Emas, Platina, Timah, Titanium, Intan, Corundum, Rutile, Zircon, Andalusite, Tourmaline, Kyanite, Garnet, Topaz, dan Beryl. 

2. Proses Sedimentary Precipitates

Mineral dan bijih akan terbentuk melalui proses pengendapan unsur-unsur tertentu dan biasanya akan terendapkan pada lingkungan sedimen yang sesuai, dengan atau tanpa proses penguraian organisme. Contoh bijih yang bisa ditemukan di area ini adalah Mangan, Besi, Jasper, Opal, Rhodochrosite, Lazulite, Apatite, dan Turquoise. 

3. Residual Processes 

Dalam proses ini, mineral dan unsur pada batuan yang tidak mudah larut (immobile) dalam proses pelindian (leaching) oleh air akan tetap berada di batuan asalnya. Sedangkan, mineral dan unsur yang lebih mudah larut (mobile) akan terendapkan pada kedalaman tertentu. Contoh bijih yang dapat terbentuk akibat proses ini adalah Nikel, Litium, Bauksit, Corundum, dan Garnet.

4. Proses Secondary or Supergene Enrichment 

Pelindian (leaching) unsur-unsur tertentu dari bagian atas suatu endapan mineral dan kemudian terendapkan pada kedalaman tertentu menghasilkan endapan bijih dengan konsentrasi yang lebih tinggi. Contoh bijih yang dapat terbentuk akibat proses ini adalah Quartz, Tembaga, Timbal, Besi, Seng, Emas dan Perak.

5. Proses Volcanic Exhalative or Sedimentary Exhalative

Proses pembentukan mineralnya melalui pelepasan gas dan uap panas dari gunung berapi. Pada proses Volcanic Exhalative, gas dan uap panas yang keluar dari gunung berapi akan bercampur dengan air laut atau air meteorik (air hujan). Campuran ini kemudian mendingin dan terendapkan sehingga akan membentuk mineral di permukaan bumi. Sementara itu, pada proses Sedimentary Exhalative, bijih yang terendapkan terbentuk ketika mineral yang berasal dari proses Volcanic Exhalative terkubur dan mengalami perubahan proses geologi seperti metamorfisme. Contoh bijih yang dapat terbentuk akibat proses ini adalah Perak, Emas, Merkuri, Besi, Seng, Timbal, dan Tembaga.

 

Proses Organik (Biologis)

Proses organik adalah proses pembentukan batu mulia yang melibatkan makhluk hidup. Proses-proses tersebut antara lain.

  1. Proses fosilisasi organisme yang terperangkap dalam resin atau getah pohon konifer pada periode awal Tersier (sekitar 70 juta tahun atau lebih). Kemudian, resin mengeras melalui proses polimerisasi, dimana molekul kecil (monomer) bergabung secara kimia untuk menghasilkan jaringan molekul yang besar. Contohnya fosil serangga yang terperangkap di dalam resin, kerangka kitinnya sedikit berubah, tetapi jaringan lunak bagian dalam hilang. Proses pengerasan resin akan membentuk kopal. Selanjutnya, kopal (copal) akan terendapkan selama berjuta tahun di bawah permukaan bersamaan tumbuhan konifer atau tidak bersamaan tumbuhan konifer. Proses tersebut akan membentuk batu mulia Ambar (Amber) yang resisten/kuat.
  2. Proses pengendapan lapisan-lapisan kalsium karbonatan di sekitar partikel (butiran pasir, makanan, parasit) yang tersangkut di cangkang moluska. Batu mulia yang dihasilkan dari proses ini adalah Mutiara.
  3. Proses pembentukan dentin yang berasal dari sel odontoblas yang melapisi rongga gigi mamalia tertentu. Dentin adalah jaringan ikat yang termineralisasi dengan matriks organik protein kolagen dan akan membentuk gigi ataupun gading pada mamalia. Batu mulia yang terbentuk dari proses ini adalah Ivory.

 

Sumber:

Adiri, Z., Lhissou, R., Harti, A. E., Jellouli, A., & Chakouri, M. (2020). Recent advances in the use of public domain satellite imagery for mineral exploration: A review of Landsat-8 and Sentinel-2 applications. Ore Geology Reviews, 103332. doi:10.1016/j.oregeorev.2020.103332

Bateman, A.M. & Jensen, M.L., 1981. Economic Deposits, John Wiley & Sons, Inc, Canada

Dill, H. G. (2018). Gems and placers—A genetic relationship par excellence. Minerals, 8(10), 470.

Espinoza, E. O., & Mann, M. J. (1992). Identification guide for ivory and ivory substitutes.

Evans, A. M. 1997. An Introduction to Economic Geology and Its Environmental Impact. Blackwell. Blackwell Science Ltd, London, USA, and Australia, 364h.

Evans, A. M. (2009). Ore geology and industrial minerals: an introduction. John Wiley & Sons.Prinz, M.,Harlow, G., Peters, J.1988. Rocks and Minerals. Simon & Schuster Inc. New York

Garnett, Richard & Bassett, N.C.. (2005). Placer deposits. Econ Geol 100th Anniv Vol. 813-843.

Gemological Institute of America: All about gemstones. GIA. (n.d.). https://www.gia.edu/

Hedenquist, J.W. and Henely, R.W. (1985) Hydrothermal Eruption in the Waitapu Geothermal System, New Zealand: Their Origin, Associated Breccias, and Relation to Precious Metal Mineralization. Economic Geology, 80, 1640-1668.

Matthews, T. (2022, May 3). Ivory gem guide and properties chart. Gemstones. https://www.gemstones.com/gemopedia/ivory

Pearl gemstone overview. American Gem Society. (2023, October 5). https://www.americangemsociety.org/birthstones/june-birthstones/pearl-overview/


Artikel Lainnya


Batu Mulia dan Logam Mulia di Pegadaian

PT Pegadaian (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan pada tanggal 20 April 1906 dengan nama "Bank van Leening" di Batavia, Hindia Belanda. Seiring perjalanan waktu, Pegadaian mengalami berbagai transformasi dan perkembangan, hingga saat ini menjadi salah satu lembaga jasa keuangan terdepan di Indonesia dengan beragam produk dan layanan yang inovatif. Pada tahun 2011, ketertarikan masyarakat terhadap batu mulia dan logam mulia meningkat drastis. Sebagai BUMN yang terpercaya, Pegadaian senantiasa berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, termasuk dalam hal pengelolaan batu mulia dan logam mulia. Oleh karena itu, PT Pegadaian menawarkan berbagai produk dan jasa layanan yang terkait dengan batu mulia dan logam mulia, mulai dari gadai, jual beli, tabungan hingga sertifikasi sebagai salah satu bukti transformasi dalam mengikuti perkembangan bisnis.  Berbagai jasa layanan batu mulia dan logam mulia dapat digunakan untuk investasi dan menunjang gaya hidup masyarakat, antara lain: Gadai Batu Mulia dan Logam Mulia Gadai logam mulia dan batu mulia adalah dua produk jasa layanan keuangan yang populer di kalangan masyarakat. Pegadaian menawarkan jasa gadai logam mulia berupa emas dan batu mulia berupa berlian. Gadai emas terbagi menjadi berbagai macam produk, yaitu gadai barang emas (koin, batangan, lantakan), gadai perhiasan emas, dan gadai tabungan emas. Sedangkan, gadai berlian hanya berlaku pada barang berlian lepasan saja.  Proses gadai sangat mudah, pertama nasabah mendaftarkan diri jika belum terdaftar di Pegadaian. Kemudian, nasabah akan memberikan barang kepada petugas, lalu barang tersebut akan dilakukan pengujian oleh penaksir untuk diberikan nilai taksiran dari barang yang digadai. Jika barang jaminan berjenis emas, maka akan melewati tahap identifikasi warna, bau, suara, berat jenis, dan uji kimia. Jika barang jaminan berjenis batu lepasan berlian, maka akan melewati tahap identifikasi warna, gores, kekerasan, dan berat jenis.  Dengan menggunakan layanan ini, masyarakat dapat menggunakan emas dan berlian sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman dana yang diperlukan.  Jasa Sertifikasi Batu Mulia dan Taksiran Logam Mulia PT Pegadaian menawarkan jasa sertifikasi batu mulia yang berguna bagi masyarakat untuk mengetahui keaslian dan jenis dari batu mulia yang mereka miliki. Layanan jasa sertifikasi batu mulia yang ditawarkan dapat dilakukan di Laboratorium Gemologi (G-Lab) Pegadaian. Jasa sertifikasi tersebut dilakukan oleh gemologist yang sudah bersertifikat internasional dari organisasi terkemuka seperti GIA, AIGS, Gem-A, dan SSEF.  Di samping itu, di G-Lab juga menyediakan jasa layanan taksiran nilai emas untuk berbagai keperluan. Jasa taksiran emas berguna bagi masyarakat yang ingin mengetahui nilai jual emas yang mereka miliki. Nilai harga taksiran yang dikeluarkan bergantung pada harga emas pada hari saat barang diberikan, kemurnian emas, dan komponen-komponen lainnya seperti ada/tidaknya mata berlian/batu mulia. Sumber: Pranata, G. (2022, April 2). Bank van Lening di Batavia, Pegadaian Pertama di asia Tenggara - Semua Halaman. National Geographic. https://nationalgeographic.grid.id/read/133215940/bank-van-lening-di-batavia-pegadaian-pertama-di-asia-tenggara?page=all (n.d.). (2021, September 20). Pegadaian Gadai Emas. PT Pegadaian (Persero).  https://www.pegadaian.co.id/produk/gadai-emas (n.d.). (2021, September 20). Pegadaian Gadai Tabungan Emas. PT Pegadaian (Persero). https://www.pegadaian.co.id/produk/gadai-tabungan-emas (n.d.). (2020, April 19). Pegadaian Jasa Taksiran. PT Pegadaian (Persero). https://www.pegadaian.co.id/produk/jasa-taksiran (n.d.). (2021, September 20). Pegadaian Jasa Sertifikasi. PT Pegadaian (Persero). https://www.pegadaian.co.id/produk/jasa-sertifikasi (n.d.). (2021, June 16). Tentang Kami. Laboratorium G-Lab pegadaian. https://labgemologi.pegadaian.co.id/web/page.php?slug=tentang-kami

Pengujian Batu Mulia dan Logam Mulia

Pada tahun 2014, masyarakat Indonesia menunjukkan minat yang tinggi terhadap batu mulia, atau lebih dikenal sebagai batu akik karena faktor keindahan dan keunikannya. Dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap batu mulia, baik untuk tujuan perhiasan maupun koleksi, maka penting bagi masyarakat untuk memastikan keaslian dan kualitas batu mulia yang dibeli. Salah satu laboratorium yang terpercaya dalam melakukan pengujian dan sertifikasi batu mulia adalah Laboratorium Gemologi (G-Lab) Pegadaian.   Peran G-Lab dalam Pengelolaan Batu Mulia Laboratorium Gemologi Pegadaian (G-Lab) hadir menawarkan produk dan jasa layanan yang terkait dengan batu mulia, seperti sertifikasi batu mulia (batu lepasan maupun batu di dalam perhiasan) dan jasa taksiran barang emas.  Proses sertifikasi dan jasa taksiran melewati beberapa tahap pengujian yang dilakukan oleh tim gemologist yang bersertifikat internasional dari organisasi terkemuka seperti GIA, AIGS, Gem-A, dan SSEF. Mereka menggunakan peralatan modern dan canggih yang disesuaikan dengan standar internasional untuk menghasilkan hasil pengujian yang akurat dan komprehensif. Alur Proses Pengujian Alur proses pengujian nasabah yang ingin membutuhkan jasa layanan sertifikasi dan nilai taksir batu mulia dan emas meliputi pembuatan Customer Information System (CIF) dengan membawa KTP dan barang pengujian ke G-Lab Pegadaian. Kemudian, nasabah akan menandatangani Bukti Penyerahan Objek Sertifikasi/Taksiran. Selanjutnya, barang nasabah akan diuji oleh gemologist selama 1-3 Minggu. Lalu, nasabah akan diinformasikan jadwal pengambilan barang pengujian serta invoice pembayaran jasa layanannya. Terakhir, pegawai G-Lab akan memberikan bukti pengambilan barang yang perlu ditandatangani oleh nasabah serta memberikan hasil pengujian dan barang pengujian.   Pengujian Batu Mulia Layanan pengujian batu mulia merupakan proses identifikasi untuk menentukan keaslian, karakteristik, dan kualitas batu mulia. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan berbagai metode, baik yang sederhana maupun yang kompleks, dan melibatkan berbagai peralatan khusus. Adapun beberapa proses identifikasi yang dilakukan dalam pengujian batu mulia, yaitu: Identifikasi fisik meliputi identifikasi bentuk, tipe cutting, dimensi, berat, dan berat jenis. Identifikasi optik menggunakan mikroskop stereo khusus gemologi untuk melihat warna, transparansi, kilap, pecahan, belahan. Refractometer untuk mengukur indeks refraksi batu mulia. Polariscope untuk melihat pola optik pada batu mulia sintetis dan natural. Spectroscope untuk melihat besar gelombang cahaya batu mulia. Dichroscope untuk melihat sifat dan warna pleokroisme batu mulia. Chelsea filter untuk melihat warna spektrum yang lolos pada batu mulia. Identifikasi lain menggunakan alat tertentu, seperti Raman Spectrometer, FTIR, HRD Diamond Analyzer, Diamond View, UV-Vis, Presidium Thermal Conductivity, GIA iD100, dan J-Screen HRD Antwerp.   Pengujian Logam Mulia Pengujian logam mulia, juga dikenal sebagai assay, adalah proses untuk menentukan kemurnian dan komposisi suatu logam mulia. Umumnya logam mulia yang diuji merupakan barang emas dan perak. Adapun beberapa proses identifikasi yang biasanya dilakukan dalam pengujian logam mulia, yaitu:   Identifikasi fisik meliputi identifikasi bentuk, dimensi, berat, dan berat jenis. Identifikasi optik menggunakan mikroskop stereo khusus gemologi untuk melihat warna, pecahan, goresan, dan indikasi kecacatan.  Identifikasi kemurnian menggunakan larutan aqua regia. Identifikasi kimia menggunakan X-ray Fluorescence spectroscopy. Identifikasi lain menggunakan alat tertentu.   Hasil Pengujian Batu Mulia dan Logam Mulia Gemstone Brief Report: Memo singkat mengenai batu mulia lepasan yang meliputi informasi warna, bentuk dan model gosokan, ukuran, berat, treatment batu yang diuji, variety dan species batu yang diuji (termasuk Natural / Sintetik). Gemstone Identification Report: Laporan batu mulia lepasan yang meliputi informasi warna, bentuk dan model gosokan, ukuran, berat, treatment batu yang diuji, fenomena batu yang diuji, kenampakan mikroskopik, variety dan species batu yang diuji (termasuk Natural / Sintetik), dan origin report untuk batu mulia safir, ruby, emerald yang natural. Diamond Grading Report: Laporan kualitas berlian sesuai kaidah 4C (Color, Clarity, Cut, dan Carat weight). Jewellery Report: Laporan hasil pengujian emas dan perhiasan baik mengandung batu mulia ataupun tidak. Taksiran Barang Emas:  Laporan karakteristik barang emas beserta nilai atau harga dari barang emas tersebut.   Sumber: Herman, R. H. (2023). SERTIFIKASI BATU MULIA: Kebutuhan Akan Sebuah Regulasi Demi Melindungi Hak Konsumen Batu Mulia Di Indonesia. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 7(1), 353-367. Putra, A. A. (2019). Kewenangan Pegadaian dalam Menerbitkan Sertifikat Batu Mulia di Indonesia. Jurnal Akta Yudisia, 4(2), 184-190. (n.d.). (2021, September 20). Layanan Kami. Laboratorium G-Lab pegadaian. https://labgemologi.pegadaian.co.id/web/page.php?slug=layanan (n.d.). (2021, June 16). Tentang Kami. Laboratorium G-Lab pegadaian. https://labgemologi.pegadaian.co.id/web/page.php?slug=tentang-kami (n.d.). (2020, April 19). Pegadaian Jasa Taksiran. PT Pegadaian (Persero). https://www.pegadaian.co.id/produk/jasa-taksiran (n.d.). (2021, September 20). Pegadaian Jasa Sertifikasi. PT Pegadaian (Persero). https://www.pegadaian.co.id/produk/jasa-taksiran