021 - 39838014

Eksplorasi Logam Mulia dan Batu Mulia

Kategori

 

Journey of Gemstone and Precious Metal

Bagikan:

 

Eksplorasi adalah penjelajahan lapangan yang bertujuan memperoleh informasi terkait kondisi geologi untuk menemukan dan memperkirakan keterdapatan sumber daya alam di bumi, salah satunya adalah logam mulia dan batu mulia. Eksplorasi endapan batu mulia dan logam mulia dapat dilakukan dengan metode pemetaan permukaan (pemetaan geologi), prospeksi geokimia, dan geofisika.

 

Eksplorasi menggunakan metode pemetaan permukaan

Metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan karakteristik batu mulia dan logam mulia di suatu daerah penelitian serta memetakan geologi regional yang terkait. Pemetaan geologi merupakan proses yang kompleks dan sistematis yang bertujuan untuk menciptakan representasi visual yang akurat dari formasi geologi di suatu daerah tertentu. Salah satu teknik yang digunakan dalam pemetaan geologi adalah dengan membuat lintasan geologi. Lintasan ini dirancang untuk mencatat dan memetakan lokasi-lokasi penting seperti singkapan batu mulia ataupun logam mulia dan gejala-gejala geologi lainnya dengan presisi tinggi. 

Biasanya, lintasan geologi dibuat secara sistematis, seringkali tegak lurus atau memotong arah umum dari struktur geologi batuan. Tim lapangan akan mengumpulkan data geologi melalui pengukuran dan observasi langsung di lapangan. Data-data ini kemudian diolah menggunakan metode pemetaan geologi yang terspesialisasi, dan hasilnya dipetakan ke dalam peta dasar. 

Proses pengolahan data melibatkan korelasi dari masing-masing titik pengamatan berdasarkan kesamaan litologi. Ini berarti bahwa batuan yang ditemukan di berbagai titik akan dianalisis untuk menentukan karakteristik litologinya. Dengan cara ini, informasi yang dikumpulkan dari lapangan dapat digunakan untuk menghasilkan peta geologi yang lebih mendalam dan berbasis pada distribusi batu mulia ataupun logam mulia dan struktur geologi lainnya di daerah tersebut.

 

Eksplorasi menggunakan metode geokimia

Metode geokimia dapat diaplikasikan ke dalam eksplorasi batu mulia dan logam mulia dengan pengambilan serta pengujian sampel tanah dan batuan dari lapangan daerah penelitian. Terdapat beberapa metode geokimia yang bisa kita aplikasikan, antara lain:

1. Stream Sediment Sampling 

Metode ini dilakukan dengan cara pengambilan sampel sedimen pada sungai atau aliran air lainnya untuk mengidentifikasi keberadaan kumpulan mineral maupun bijih logam yang telah ter-transport dari batuan asal. 

2. Soil Sampling 

Proses pengumpulan sampel dari tanah untuk menentukan susunan mineral dan menyimpulkan potensi mineralisasi pada batuan dasar yang ada di bawah permukaan dimana batuan dasar ditutupi oleh tanah. Metode pengambilan sampel tanah menggunakan alat bor auger dan sekop untuk mengumpulkan sampel dalam pola sistematis. 

3. Metode Analisis Micro X-ray Fluorescence (µXRF)

Metode yang dilakukan untuk mengetahui sebaran dan kelimpahan unsur dalam sampel batuan atau tanah dalam keadaan vakum yang kemudian dapat diketahui nama mineralnya berdasarkan karakteristik ikatan kimianya. Metode ini dapat digunakan untuk mengecek mineral khas dalam sedimen (contohnya chromium-pyrope, chromium-diopside, magnesium-ilmenite, dan olivine) yang berasosiasi dengan batuan asal batu mulia.

4. Metode Analisis X-ray Fluorescence (XRF) 

Teknik analisis yang memanfaatkan emisi karakteristik sinar-X untuk menentukan komposisi unsur-unsur kimia pada sample batuan. Dalam metode ini, sample akan dipreparasi terlebih dahulu agar dapat dianalisis seperti harus dihancurkan dan ditumbuhkan hingga menjadi berbutir halus. Jika memperoleh hasil kandungan Na lebih tinggi daripada Li, K, Be, Mo pada batuan yang belum terubah, maka menunjukan keberadaan mineralisasi emerald.

 

 

Eksplorasi menggunakan metode geofisika

Metode geofisika penting dilakukan dalam eksplorasi batu mulia dan logam mulia, karena dengan metode ini akan memberikan gambaran terkait keadaan geologi serta persebaran batu mulia dan logam mulia jauh di bawah permukaan bumi. Terdapat beberapa metode geofisika yang bisa kita aplikasikan, antara lain:

1. Gravity Survey 

Metode yang memanfaatkan gaya gravitasi Bumi untuk memetakan kepadatan bawah permukaan. Batu mulia memiliki kepadatan/berat jenis yang berbeda dengan batuan sekitarnya sehingga tingkat gravitasinya pun berbeda juga dan menghasilkan persebaran perbedaan tingkat kepadatan/berat jenis serta struktur bawah permukaan.

2. Magnetic Survey 

Pengukuran medan magnet Bumi di atas tanah atau di udara untuk mendeteksi kekuatan magnetik yang terkait dengan batuan dan mineral. Dimana yang dapat kita ketahui beberapa batu mulia berasosiasi dengan mineral logam sehingga dapat mengetahui persebaran tingkat magnetisme.

3. Electrical Survey 

Pengukuran sifat konduktivitas listrik batuan dan mineral. Batu mulia tertentu memiliki konduktivitas listrik yang berbeda dari batuan sekitarnya, sehingga metode ini dapat menghasilkan data aliran fluida atau keberadaan mineral logam yang dapat menghantarkan listrik.

4. Seismic Reflection Profiling Survey 

Memanfaatkan gelombang seismik yang dipancarkan ke bawah permukaan bumi dan dipantulkan kembali jika bertemu dengan batas lapisan batuan atau fenomena struktur dengan impedansi akustik yang berbeda. Waktu tempuh dan lokasi pantulan gelombang seismik diukur dan dianalisis untuk menentukan fitur geologi bawah permukaan.

5. Ground Penetrating Radar Survey 

Menggunakan gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi untuk menyelidiki struktur bawah permukaan. Gelombang radar ditembakkan ke bawah permukaan dan dipantulkan kembali jika bertemu dengan lapisan batuan dengan konduktivitas listrik yang berbeda. Jarak pemancaran sinyal radar bergantung pada sifat serap batuan yang dilaluinya. Semakin tinggi konduktif listrik suatu material, semakin besar pula penyerapan sinyal radar. Ketika sinyal radar mengenai batas antara bahan non konduktif dan konduktif, maka energi elektromagnetik dapat dipantulkan.

 

Contoh eksplorasi batu mulia berlian (diamond)

Dalam mengeksplorasi keterdapatan berlian kita harus mengetahui keberadaan batuan kimberlite dan lamproite pada litosfer yang lebih tebal daripada biasanya. Keterdapatan endapan berlian dapat terbentuk pada batuan dari ikatan karbon dengan tekanan yang setara pada kedalaman 150–200 km sehingga memiliki kompaksi yang lebih tinggi. Karena batuan di bagian mantel litosfer (di bawah kerak bumi, di atas astenosfer) biasanya lebih padat dan kaku maka gelombang seismik dapat cepat merambat dibandingkan batuan di dekatnya yang berada di astenosfer (bersifat cair). Daerah dengan kepadatan tinggi diinterpretasikan sebagai akar litosfer. Setelah akar litosfer ditemukan, data magnetik dan listrik dengan resolusi lebih tinggi memungkinkan dapat mengidentifikasi anomali yang terkait dengan batuan kimberlite dan lamproite. Kimberlite dan lamproite memiliki konsentrasi besi dan magnesium yang tinggi daripada batuan sekitarnya, sehingga seringkali bersifat lebih magnetis dan lebih konduktif dibandingkan batuan yang di sekitarnya. Oleh karena itu, untuk mencari karakteristik tersebut dapat dideteksi dengan metode seismic-wave velocity, gravity dan electrical survey.

 

Sumber:

Ahmadi, O., Juhlin, C., Ask, M., & Lund, B. (2015, June 3). Revealing the deeper structure of the end-glacial pärvie fault system in northern Sweden by seismic reflection profiling. Solid Earth. https://doi.org/10.5194/se-6-621-2015

Annual Kīlauea Gravity Survey | U.S. Geological Survey. (2024). https://www.usgs.gov/media/images/march-25-2024-annual-kilauea-gravity-survey-2

Cook, F. A. (n.d.). Applications of geophysics in gemstone exploration. Gems & Gemology. https://www.gia.edu/gems-gemology/spring-1997-geology-techniques-cook

Falah, Muh & Tabbu, Muhammad. (2023). EKSPLORASI BATU MULIA DENGAN METODE PEMETAAN GEOLOGI DAERAH TUWUNG BARRU. Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography. 8-17. 10.61220/ijfag.v1i1.202302. 

Fletcher, W. K., et al. (1986). DESIGN AND INTERPRETATION OF SOIL SURVEYS. Exploration Geochemistry, 39–77. https://doi.org/10.5382/rev.03.03

Groat, L. A., & Laurs, B. M. (2009). Gem Formation, production, and exploration: Why gem deposits are rare and what is being done to find them. Elements, 5(3), 153–158. https://doi.org/10.2113/gselements.5.3.153

Ground penetrating radar surveys. Orsco (Pty) Ltd. (2024, January 16). https://orsco.co.za/ground-penetrating-radar-surveys/

Inc, S. by O. C. (2021, May 3). Methods - electrical resistivity: GeoScan: British Columbia. GeoScan. https://www.geoscan.ca/methods/electrical-resistance/

Rock characterization for mineral exploration. Bruker. (n.d.). https://www.bruker.com/en/applications/minerals-mining-and-petrochemical/minerals-exploration-discovery/rock-characterization-for-mineral-exploration.html

Soil sampling near a uranium mine site in Arizona. Soil sampling near a uranium mine site in Arizona | U.S. Geological Survey. (2016). https://www.usgs.gov/media/images/soil-sampling-near-uranium-mine-site-arizona-0

Stream sediments. (n.d.). https://www.gsi.ie/en-ie/programmes-and-projects/minerals/activities/mineral-exploration/Pages/Stream-Sediments.aspx

X-ray fluorescence spectrometry (XRF). X-ray Fluorescence Spectrometry (XRF) | School of Earth Sciences. (n.d.). https://earthsciences.osu.edu/about/facilities/equipment/xrf


Artikel Lainnya


Pemasaran Batu Mulia dan Logam Mulia

Setelah menjadi produk siap pakai, baik untuk perhiasan, investasi, koleksi, ataupun simpanan, batu mulia dan logam mulia akan dipasarkan agar bisa berpindah tangan dan sampai ke end user. Banyak sekali teknik pemasaran yang dilakukan untuk mendistribusikan emas kepada pengguna nantinya. Mulai dari dijual di toko-toko perhiasan di pasaran sampai pemasaran melalui situs online yang dapat diakses dimana saja. Untuk tau lebih lanjut, yuk simak materi mengenai pemasaran logam mulia dan batu mulia minggu ini! Pemasaran Batu Mulia Produk batu mulia yang ditemukan di pasaran umumnya berupa butiran (batu mulia lepasan), perhiasan, ataupun batu mulia yang berbentuk unik dan memiliki warna menarik yang biasa dijadikan koleksi bagi para peminatnya. Yuk simak pemasaran dari batu mulia berdasarkan bentuk-bentuk tersebut! 1. Pemasaran batu mulia lepasan Produk dalam bentuk lepasan (butiran) umumnya digunakan sebagai aset investasi maupun bahan untuk membuat perhiasan karena memiliki nilai yang tinggi dan dijual berdasarkan aspek beauty, rarity, durability, portability, dan fashion. Produk batu mulia tersebut  biasa dijual ke pembuat perhiasan maupun kolektor. Pemasaran untuk jenis batu mulia dalam bentuk butiran (loose gemstone/diamond) umumnya menggunakan media pemasaran toko online di website dan jarang dijual di toko fisik. Toko seperti ini menjual batu mulia yang berbentuk butiran belum di-cutting maupun yang telah di-cutting dan custom pembuatan perhiasan.  2. Pemasaran batu mulia koleksi Selain itu, terdapat jenis pemasaran batu mulia lain yang biasa dijual dengan tujuan untuk koleksi non investasi, seperti menjadi pajangan maupun dipakai untuk estetika di tubuh. Umumnya, batu mulia ini berupa geode, crystal tower, raw crystal, dan cabochon. Pemasaran untuk jenis batu mulia koleksi umumnya menggunakan media pemasaran toko fisik (offline store) di pasar maupun online.  3. Pemasaran batu mulia perhiasan Terakhir, batu mulia yang menjadi bahan tambahan pada perhiasan (gelang, anting, maupun cincin) digunakan untuk menambah estetika perhiasan. Biasanya perhiasan tersebut terbuat dari emas, perak, palladium, dan platinum. Produk batu mulia yang ada di perhiasan memiliki nilai tinggi karena terdapat aspek estetika dan nilai logam mulia. Umumnya, batu mulia yang digunakan merupakan batu mulia yang sudah di-cutting (round, cushion, pear, princess, emerald, dll) maupun raw crystal. Pemasaran untuk jenis batu mulia perhiasan umumnya menggunakan media pemasaran dan jual beli dengan Instagram maupun toko fisik di dalam Mall (online-offline store). Toko seperti ini menjual perhiasan siap pakai dan menawarkan jasa custom perhiasan.   Pemasaran Logam Mulia Logam mulia, seperti emas, perak, platinum, palladium memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran. Penjualan produk logam mulia yang ada pada saat ini dijual dalam bentuk batangan, koin, perhiasan, dan digital. Emas dan perak merupakan logam mulia yang banyak diminati untuk dijadikan investasi, sedangkan platinum dan palladium umumnya menjadi bahan campuran/alternatif pembuat perhiasan. Harga logam mulia akan berubah setiap harinya tetapi memiliki trend harga yang relatif naik setiap tahunnya.  Berikut merupakan penjelasan mengenai pemasaran logam mulia berdasarkan bentuk-bentuknya. 1. Pemasaran logam mulia batangan dan koin Logam mulia yang dijual dalam bentuk batangan dan koin memiliki harga beli dan jual lebih tinggi dibandingkan dalam bentuk perhiasan. Hal tersebut dapat terjadi karena produk batangan dan koin memiliki kadar 99% logam mulia utama. Contoh dari merek logam mulia batangan dan koin, yaitu LM Antam, UBS, Galeri 24 Pegadaian, PAMP Suisse, The Royal Mint, dll. Logam mulia tersebut umumnya dijual di toko offline maupun online sesuai dengan mereknya.  2. Pemasaran logam mulia perhiasan Logam mulia yang dijual dalam bentuk perhiasan memiliki harga beli dan jual lebih rendah dibandingkan dalam bentuk batangan dan koin serta investasi digital. Hal tersebut dapat terjadi karena produk perhiasan memiliki kadar yang bermacam-macam, mulai dari 33 - 99% logam mulia utama. Contoh dari merek logam mulia perhiasan, yaitu Galeri 24 Pegadaian, Lino and Sons, Aurum Lab, The Palace, dll. Galeri 24 Pegadaian merupakan merek yang memiliki toko di online store maupun toko fisik serta menjual perhiasan logam mulia maupun emas batangan. 3. Pemasaran logam mulia investasi digital Logam mulia dalam bentuk investasi digital seperti Digital Gold Currency (DGC) merupakan sebuah mata uang elektronik berbentuk emas yang disimpan dalam brankas oleh berbagai lembaga keuangan. DGC dapat ditukar menjadi mata uang digital (ethereum, bitcoin, dll) serta dapat dicetak menjadi emas fisik. Contoh dari DGC adalah merek e-Gold dan e-Dinar. Di samping itu ada mata uang digital untuk logam mulia yang lebih bervariasi seperti merek e-Bullion yang menggunakan mata uang digital untuk logam mulia emas, platina, palladium, dan perak. DGC dan mata uang digital logam mulia memiliki tingkat risiko investasi yang tinggi karena media penjualannya tidak di website resmi yang mana tidak diawasi oleh pemerintah. Contoh lain dari investasi digital yang minim risiko, yaitu tabungan emas Pegadaian. Pada produk tersebut, nasabah dapat menabung emas dalam bentuk digital di aplikasi Pegadaian Digital dengan top up sejumlah uang rupiah yang kemudian uang tersebut akan dikonversi ke dalam satuan harga gram emas yang berlaku pada hari itu. Contohnya pada tanggal 12 Juni 2024 harga emas sebesar Rp12.630 per 0,01 gram kemudian melakukan top up tabungan emas sebesar Rp100.000. Maka jumlah emas yang ada di dalam tabungan emas pegadaian sebesar 0,079 gram. Tabungan emas Pegadaian menawarkan jasa cetak fisik emas dalam merek Galeri 24 Pegadaian, LM Antam, UBS, dan Lotus Archii dengan biaya cetak yang berbeda-beda serta menawarkan buyback (jual) tabungan emas. Sumber: Anonim. Cara memilih Tempat Yang tepat Untuk Membeli Emas Yang Wajib Anda Ketahui.  (n.d.). Galeri 24. https://www.galeri24.co.id/post/cara-memilih-tempat-yang-tepat-untuk-membeli-emas-2  Anonim. Collections. (n.d.). Jessica Flinn Fine Jewellery. https://jessicaflinn.co.uk/collections/  Anonim. Pegadaian Tabungan Emas. (n.d.). PT Pegadaian. https://www.pegadaian.co.id/produk/tabungan-emas  Downey, L. (2022, July 24). Digital Gold Currency (DGC): What it is, how it works. Investopedia. https://www.investopedia.com/terms/d/digital-gold-currency-dgc.asp  Nugroho, R. (2023, October 14). Kilau Pusat Batu Akik Rawa Bening Yang Kian Meredup. detikfinance. https://finance.detik.com/foto-bisnis/d-6980908/kilau-pusat-batu-akik-rawa-bening-yang-kian-meredup/2  Salama, S. S. M. S. (2011). Thesis : “Study on Properties of Some Treated Gemstones”. Benha University Faculty of Science Physics Department.  

Pengolahan Logam Mulia dan Batu Mulia

Pengolahan logam mulia dan batu mulia adalah proses yang dilakukan untuk mengubah bahan mentah, baik itu batu mulia seperti berlian, ruby, atau safir, maupun logam mulia seperti emas, perak, atau platinum, menjadi produk akhir yang memiliki nilai tambah, baik dalam bentuk perhiasan maupun produk lainnya.   Pengolahan Batu Mulia Berikut adalah tahapan-tahapan pengolahan batu mulia untuk meningkatkan nilai dan keindahannya: 1. Penyortiran (Sorting) Proses dimulai dengan pemilihan/penyortiran batu-batu mentah yang memiliki kualitas dan karakteristik yang sesuai dengan standar untuk dijadikan permata dalam perhiasan. 2. Pemotongan (Sawing) Kemudian, batu-batu mentah yang sudah dipilih ini dipotong untuk menghasilkan bentuk dan ukuran yang diinginkan.  3. Lapidary (Cutting and Polishing) Bagian ini merupakan tahapan penting dalam proses pembuatan batu mulia yang berkualitas, karena proses ini akan memunculkan warna terbaik suatu batu mulia. Cutting adalah proses penggunaan alat khusus untuk memotong batu mulia mentah menjadi bentuk akhir yang diinginkan. Teknik pemotongan yang digunakan bisa bervariasi tergantung pada jenis batu dan desain perhiasan yang diinginkan . Terdapat 2 jenis cutting paling populer di pasaran, antara lain: Faceted Cutting:  Dalam pemotongan facet, permukaan batu dipahat menjadi serangkaian sisi datar dan terbentuk, yang disebut facet, yang menciptakan cahaya memantul dari dalam batu, menciptakan kilauan dan warna yang menakjubkan. Pemotongan facet dapat bervariasi dalam jumlah dan pola, tergantung pada jenis batu dan keinginan desain. Faceted cutting umumnya dilakukan pada batu mulia yang transparan, termasuk berlian, zamrud, safir, ruby, topaz, dan berbagai jenis batu lainnya. Cabochon Cutting:  Dalam cabochon cutting, batu dipoles menjadi bentuk bulat atau oval dengan satu permukaan yang halus dan melengkung, tanpa facet. Permukaan yang dihasilkan biasanya dikenal sebagai "cabochon". Metode ini sering digunakan untuk batu-batu yang translucent-opaque ataupun yang memiliki banyak inklusi dan efek optik khusus, contohnya seperti cat’s eye. Sementara itu, polishing adalah proses yang dilakukan setelah pemotongan untuk memberikan permukaan batu kilauan yang indah. Hal ini dilakukan dengan menggunakan bahan abrasif yang halus dan roda penghalus untuk menghilangkan cacat kecil dan meningkatkan kecerahan serta kejernihan permukaan batu mulia. 4. Setting Tahap ini dilakukan jika batu mulia tersebut ingin dijadikan perhiasan, di mana batu yang sudah di cutting dan polishing dipasangkan pada cetakan logam. Tujuan utama dari pemasangan batu adalah untuk menjaga batu permata agar aman serta untuk meningkatkan kilauan batu permata dengan menampilkan potongan, kejernihan, dan warnanya. Produsen perhiasan menggunakan berbagai metode untuk memasang batu permata ke dalam sebuah barang perhiasan, yang umumnya didasarkan pada potongan dan proporsi batu permata tersebut. 5. Finishing Langkah terakhir dalam pengolahan batu mulia menjadi perhiasan adalah tahap finishing. Pada tahap ini, perhiasan akan diperiksa untuk memastikan kekencangan setting, keamanan batu, dan keseluruhan estetika. Pada proses ini permukaan batu akan dibersihkan, dipoles, ataupun diberi tekstur.    Pengolahan Logam Mulia Pengolahan logam mulia menjadi perhiasan atau logam batangan melibatkan serangkaian langkah yang kompleks. Berikut adalah penjelasan umum mengenai proses tersebut: 1. Pemurnian (Leaching): Setelah logam mentah ditambang, mereka melewati serangkaian tahap pemurnian untuk menghilangkan kotoran dan logam-logam lainnya. Proses pemurnian ini penting untuk meningkatkan kemurnian logam, yang sangat krusial dalam pembuatan perhiasan berkualitas tinggi atau logam batangan. 2. Casting Logam yang telah dimurnikan kemudian dilelehkan dan dicetak ke dalam bentuk yang diinginkan. Untuk pembuatan perhiasan, ini bisa berarti mencetak logam ke dalam cetakan perhiasan yang diinginkan, sementara untuk logam batangan, logam dilelehkan dan dicetak menjadi batangan logam standar. 3. Pemrosesan Lanjutan (opsional) Beberapa logam perlu melalui proses pemrosesan lanjutan untuk mendapatkan sifat-sifat yang diinginkan. Misalnya, logam dapat dipanaskan dan didinginkan secara khusus (perlakuan panas) untuk meningkatkan kekuatan atau kekerasan mereka. 4. Polishing dan Finishing: Produk logam kemudian dipoles dan di-finishing untuk memberikan tampilan yang diinginkan. Ini bisa berupa mengkilapkan logam, memberikan tekstur tertentu, atau memberikan lapisan perlindungan seperti rhodium plating pada perhiasan. 5. Setting (untuk perhiasan) Jika logam tersebut akan digunakan untuk perhiasan, maka langkah terakhir adalah memasang batu permata atau elemen dekoratif lainnya.   Sumber: Adams, M. D. (Ed.). (2005). Advances in gold ore processing. Elsevier. Barben Analytical | Gold Processing: Cyanide Leach process (ph/ORP). (n.d.). https://www.barbenanalytical.com/applications/mining-industry/gold-processing-cyanide-leach-process Ben-Zvi, G. (2024, February 19). Lucara rough-supply deal with HB Back on. Rapaport. https://rapaport.com/news/lucara-rough-supply-deal-with-hb-back-on/ Gemological Institute of America: All about gemstones. GIA. (n.d.). https://www.gia.edu/  Gienger, M., Schumann, W. (2009). Gemstones: Quality and Value, Volume 1. Sterling Publishing Co., Inc. How to make high quality gold bar & bullion -vacuum gold bar casting machine. cdocast. (2021, July 29). https://www.cdocast.com/buyer_guide/gold-bar-casting/ Ilyas, S., & Lee, J. C. (2018). Gold metallurgy and the environment. CRC Press. Kautsky, J. (2016). Mine to market: The “adventure story” of Colored Stones. Gemological Institute Of America. Springfield Jewellers. (n.d.). Understanding the cost of gemstone cutting and polishing in Australia. https://springfieldjewellers.com.au/blogs/news/understanding-the-cost-of-gemstone-cutting-in-australia  Webster, R. (2016). Gemstone Enhancement: Heat, Irradiation, Impregnation, Dyeing, and Other Treatments Which Alter the Appearance of Gemstones, and the Detection of Such Treatments. Butterworth-Heinemann. Www.goldsmiths-Centre.org. (n.d.). Lapidary. Lapidary - The Goldsmiths’ Centre. https://www.goldsmiths-centre.org/career-profiles/profiles-lapidary/