021 - 39838014

Eksploitasi Logam Mulia dan Batu Mulia

Kategori

 

Journey of Gemstone and Precious Metal

Bagikan:

 

Eksploitasi tambang adalah proses pengambilan sumber daya mineral dari bumi, seperti batu mulia dan logam mulia dengan tujuan komersial. Proses ini melibatkan penggalian, pengolahan awal, dan pemurnian bahan mentah sebelum diolah lebih lanjut untuk kebutuhan industri, pembuatan perhiasan, maupun kegiatan lainnya. 

Eksploitasi tambang seringkali melibatkan penggunaan teknologi dan peralatan serta metode yang canggih, tetapi tidak jarang juga eksploitasi ini dilakukan menggunakan metode dan alat yang konvensional oleh masyarakat setempat. Pada minggu ini kita akan membahas kedua metode eksploitasi tersebut. Yuk, disimak lebih lanjut!

 

Tambang Konvensional

 

Tambang konvensional mengacu pada metode penambangan yang telah lama digunakan dan umumnya menerapkan teknik dan proses yang tradisional  dan sederhana. Ini termasuk teknik penambangan seperti tambang terbuka dan tambang bawah tanah yang menggunakan peralatan dan teknologi yang sudah ada dan terbukti efektif. Tambang konvensional mengikuti cara kerja yang telah digunakan dalam industri pertambangan selama bertahun-tahun. 

Sistem ini telah ada sejak abad ke-19 dan belum mengalami banyak perkembangan modern. Ciri-ciri tambang konvensional antara lain penggunaan peralatan yang kurang efisien, kinerja yang belum maksimal, risiko kecelakaan yang tinggi, konsumsi bahan bakar yang boros, pemulihan penambangan yang tidak optimal, biaya yang tinggi, dan belum ramah lingkungan.

 

Contoh tambang konvensional yang dapat kita temukan antara lain:

 

Tambang berlian placer Desa Wisata Pumpung, Kota Banjarbaru

Bagi yang tidak asing dengan berlian yang dijual di Martapura, berlian tersebut umumnya berasal dari tanah intan di Desa Wisata Pumpung, Kota Banjarbaru. Masyarakat setempat memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya dengan menambang berlian melalui metode pendulangan tradisional.

 

Tambang emas rakyat bawah tanah Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri

 

Dari yang kita ketahui, Indonesia memiliki banyak sekali potensi mineral logam mulia, khususnya emas. Salah satunya yang terdapat di Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, sumber daya emas tersebut dimanfaatkan oleh warga setempat dengan membuat lubang tambang tradisional dengan peralatan yang masih sangat sederhana. 

 

Selain dengan metode konvensional yang masih sangat sederhana terdapat juga tambang batu mulia dan logam mulia yang menggunakan metode inisiatif yang modern.

 

 

Tambang Inisiatif (Inovatif)

 

Tambang inovatif atau inisiatif merupakan pendekatan yang lebih modern dalam industri pertambangan, fokusnya adalah pada pengembangan dan implementasi teknologi, proses, dan praktik baru. Ini bisa mencakup penggunaan teknologi canggih seperti penambangan otomatis, pemetaan tambang dengan drone, atau pemantauan lingkungan dengan sensor teknologi tinggi. Tujuan dari tambang inisiatif adalah meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi dampak lingkungan, dan meningkatkan keselamatan kerja.

Proses perbaikan terus menerus dilakukan untuk menciptakan sistem pertambangan yang lebih efisien dan efektif. Tambang inisiatif menunjukkan perbedaan yang signifikan terutama dalam hal efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan tambang. Ini seringkali disebut sebagai kemajuan tambang inisiatif.

Beberapa ciri tambang inisiatif meliputi:

  • Kolaborasi antara manusia dan teknologi.

  • Sistem manajemen pengawasan yang lebih terintegrasi.

  • Penggunaan sensor yang terintegrasi dan akurat pada setiap tahapan kegiatan.

  • Penggunaan perangkat terkini dan teknologi otomatisasi.

 

Contoh tambang inisiatif yaitu:

 

Tambang Grasberg di Kabupaten Mimika, Papua Tengah oleh PT Freeport Indonesia

Penambangan bijih di PT Freeport Indonesia (PTFI) meliputi kegiatan pengeboran dan peledakan, pengisian dan pengangkutan muatan, serta penghancuran. Setiap tahapan tersebut dilakukan menggunakan peralatan dan metode yang sudah modern dan memperhatikan keselamatan kerja. Tambang PT Freeport Indonesia memiliki 2 jenis tambang, yaitu open pit dan closed pit. 

Proses eksploitasi di dalam PTFI dilakukan dengan cara modern menggunakan komputer dan pengendalian mesin (pengangkutan, pengeboran, dll) dengan jarak jauh seperti yang ada pada gambar di atas.

Dalam upaya menjaga lingkungan dan memanfaatkan limbah sisa eksploitasi, PTFI melakukan program 3R (Reduce-Reuse and Recycle), contohnya:

  1. Reklamasi area pemisahan material bijih (tailing).

  2. Pembuatan biodiesel dari minyak goreng bekas untuk digunakan pada beberapa kendaraan ringan. 

  3. Memanfaatkan oli bekas sebagai campuran bahan bakar alternatif di Pabrik Kapur dan Pabrik Pengering Konsentrat.

  4. Daur ulang aluminium untuk dijadikan souvenir.

  5. Membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

  6. Memanfaatkan abu dari unit boiler pada sarana pembangkit listrik untuk keperluan proyek infill di daerah operasi PTFI.

 

 

Sumber:

 

 

Admindisporabudpar, (2017). Visit Banjarbaru – Pendulangan intan tradisional cempaka. https://disporabudpar.banjarbarukota.go.id/pendulangan-intan-tradisional/ diakses pada 21 Mei 2024

Anonim. (n.d.). Bagaimana Kami Beroperasi. PT Freeport Indonesia.  https://ptfi.co.id/id/how-we-operate 

Anonim. (2022). Kontribusi Freeport Bagi Bumi Pertiwi. PT Freeport Indonesia. https://ptfi.co.id/id/news/

Chen, Jin & Viardot, Eric & Brem, Alexander. (2019). Innovation and innovation management. 10.4324/9781315276670-1.

Hoover, H. (1909). Principles of mining: valuation, organization and administration; copper, gold, lead, silver, tin and zinc (Vol. 2). Hill Publishing Company.

Minir. (2021). Perbedaan tambang konvensional Dan Tambang initiative. anakteknik.co.id


Artikel Lainnya


Pemasaran Batu Mulia dan Logam Mulia

Setelah menjadi produk siap pakai, baik untuk perhiasan, investasi, koleksi, ataupun simpanan, batu mulia dan logam mulia akan dipasarkan agar bisa berpindah tangan dan sampai ke end user. Banyak sekali teknik pemasaran yang dilakukan untuk mendistribusikan emas kepada pengguna nantinya. Mulai dari dijual di toko-toko perhiasan di pasaran sampai pemasaran melalui situs online yang dapat diakses dimana saja. Untuk tau lebih lanjut, yuk simak materi mengenai pemasaran logam mulia dan batu mulia minggu ini! Pemasaran Batu Mulia Produk batu mulia yang ditemukan di pasaran umumnya berupa butiran (batu mulia lepasan), perhiasan, ataupun batu mulia yang berbentuk unik dan memiliki warna menarik yang biasa dijadikan koleksi bagi para peminatnya. Yuk simak pemasaran dari batu mulia berdasarkan bentuk-bentuk tersebut! 1. Pemasaran batu mulia lepasan Produk dalam bentuk lepasan (butiran) umumnya digunakan sebagai aset investasi maupun bahan untuk membuat perhiasan karena memiliki nilai yang tinggi dan dijual berdasarkan aspek beauty, rarity, durability, portability, dan fashion. Produk batu mulia tersebut  biasa dijual ke pembuat perhiasan maupun kolektor. Pemasaran untuk jenis batu mulia dalam bentuk butiran (loose gemstone/diamond) umumnya menggunakan media pemasaran toko online di website dan jarang dijual di toko fisik. Toko seperti ini menjual batu mulia yang berbentuk butiran belum di-cutting maupun yang telah di-cutting dan custom pembuatan perhiasan.  2. Pemasaran batu mulia koleksi Selain itu, terdapat jenis pemasaran batu mulia lain yang biasa dijual dengan tujuan untuk koleksi non investasi, seperti menjadi pajangan maupun dipakai untuk estetika di tubuh. Umumnya, batu mulia ini berupa geode, crystal tower, raw crystal, dan cabochon. Pemasaran untuk jenis batu mulia koleksi umumnya menggunakan media pemasaran toko fisik (offline store) di pasar maupun online.  3. Pemasaran batu mulia perhiasan Terakhir, batu mulia yang menjadi bahan tambahan pada perhiasan (gelang, anting, maupun cincin) digunakan untuk menambah estetika perhiasan. Biasanya perhiasan tersebut terbuat dari emas, perak, palladium, dan platinum. Produk batu mulia yang ada di perhiasan memiliki nilai tinggi karena terdapat aspek estetika dan nilai logam mulia. Umumnya, batu mulia yang digunakan merupakan batu mulia yang sudah di-cutting (round, cushion, pear, princess, emerald, dll) maupun raw crystal. Pemasaran untuk jenis batu mulia perhiasan umumnya menggunakan media pemasaran dan jual beli dengan Instagram maupun toko fisik di dalam Mall (online-offline store). Toko seperti ini menjual perhiasan siap pakai dan menawarkan jasa custom perhiasan.   Pemasaran Logam Mulia Logam mulia, seperti emas, perak, platinum, palladium memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran. Penjualan produk logam mulia yang ada pada saat ini dijual dalam bentuk batangan, koin, perhiasan, dan digital. Emas dan perak merupakan logam mulia yang banyak diminati untuk dijadikan investasi, sedangkan platinum dan palladium umumnya menjadi bahan campuran/alternatif pembuat perhiasan. Harga logam mulia akan berubah setiap harinya tetapi memiliki trend harga yang relatif naik setiap tahunnya.  Berikut merupakan penjelasan mengenai pemasaran logam mulia berdasarkan bentuk-bentuknya. 1. Pemasaran logam mulia batangan dan koin Logam mulia yang dijual dalam bentuk batangan dan koin memiliki harga beli dan jual lebih tinggi dibandingkan dalam bentuk perhiasan. Hal tersebut dapat terjadi karena produk batangan dan koin memiliki kadar 99% logam mulia utama. Contoh dari merek logam mulia batangan dan koin, yaitu LM Antam, UBS, Galeri 24 Pegadaian, PAMP Suisse, The Royal Mint, dll. Logam mulia tersebut umumnya dijual di toko offline maupun online sesuai dengan mereknya.  2. Pemasaran logam mulia perhiasan Logam mulia yang dijual dalam bentuk perhiasan memiliki harga beli dan jual lebih rendah dibandingkan dalam bentuk batangan dan koin serta investasi digital. Hal tersebut dapat terjadi karena produk perhiasan memiliki kadar yang bermacam-macam, mulai dari 33 - 99% logam mulia utama. Contoh dari merek logam mulia perhiasan, yaitu Galeri 24 Pegadaian, Lino and Sons, Aurum Lab, The Palace, dll. Galeri 24 Pegadaian merupakan merek yang memiliki toko di online store maupun toko fisik serta menjual perhiasan logam mulia maupun emas batangan. 3. Pemasaran logam mulia investasi digital Logam mulia dalam bentuk investasi digital seperti Digital Gold Currency (DGC) merupakan sebuah mata uang elektronik berbentuk emas yang disimpan dalam brankas oleh berbagai lembaga keuangan. DGC dapat ditukar menjadi mata uang digital (ethereum, bitcoin, dll) serta dapat dicetak menjadi emas fisik. Contoh dari DGC adalah merek e-Gold dan e-Dinar. Di samping itu ada mata uang digital untuk logam mulia yang lebih bervariasi seperti merek e-Bullion yang menggunakan mata uang digital untuk logam mulia emas, platina, palladium, dan perak. DGC dan mata uang digital logam mulia memiliki tingkat risiko investasi yang tinggi karena media penjualannya tidak di website resmi yang mana tidak diawasi oleh pemerintah. Contoh lain dari investasi digital yang minim risiko, yaitu tabungan emas Pegadaian. Pada produk tersebut, nasabah dapat menabung emas dalam bentuk digital di aplikasi Pegadaian Digital dengan top up sejumlah uang rupiah yang kemudian uang tersebut akan dikonversi ke dalam satuan harga gram emas yang berlaku pada hari itu. Contohnya pada tanggal 12 Juni 2024 harga emas sebesar Rp12.630 per 0,01 gram kemudian melakukan top up tabungan emas sebesar Rp100.000. Maka jumlah emas yang ada di dalam tabungan emas pegadaian sebesar 0,079 gram. Tabungan emas Pegadaian menawarkan jasa cetak fisik emas dalam merek Galeri 24 Pegadaian, LM Antam, UBS, dan Lotus Archii dengan biaya cetak yang berbeda-beda serta menawarkan buyback (jual) tabungan emas. Sumber: Anonim. Cara memilih Tempat Yang tepat Untuk Membeli Emas Yang Wajib Anda Ketahui.  (n.d.). Galeri 24. https://www.galeri24.co.id/post/cara-memilih-tempat-yang-tepat-untuk-membeli-emas-2  Anonim. Collections. (n.d.). Jessica Flinn Fine Jewellery. https://jessicaflinn.co.uk/collections/  Anonim. Pegadaian Tabungan Emas. (n.d.). PT Pegadaian. https://www.pegadaian.co.id/produk/tabungan-emas  Downey, L. (2022, July 24). Digital Gold Currency (DGC): What it is, how it works. Investopedia. https://www.investopedia.com/terms/d/digital-gold-currency-dgc.asp  Nugroho, R. (2023, October 14). Kilau Pusat Batu Akik Rawa Bening Yang Kian Meredup. detikfinance. https://finance.detik.com/foto-bisnis/d-6980908/kilau-pusat-batu-akik-rawa-bening-yang-kian-meredup/2  Salama, S. S. M. S. (2011). Thesis : “Study on Properties of Some Treated Gemstones”. Benha University Faculty of Science Physics Department.  

Pengolahan Logam Mulia dan Batu Mulia

Pengolahan logam mulia dan batu mulia adalah proses yang dilakukan untuk mengubah bahan mentah, baik itu batu mulia seperti berlian, ruby, atau safir, maupun logam mulia seperti emas, perak, atau platinum, menjadi produk akhir yang memiliki nilai tambah, baik dalam bentuk perhiasan maupun produk lainnya.   Pengolahan Batu Mulia Berikut adalah tahapan-tahapan pengolahan batu mulia untuk meningkatkan nilai dan keindahannya: 1. Penyortiran (Sorting) Proses dimulai dengan pemilihan/penyortiran batu-batu mentah yang memiliki kualitas dan karakteristik yang sesuai dengan standar untuk dijadikan permata dalam perhiasan. 2. Pemotongan (Sawing) Kemudian, batu-batu mentah yang sudah dipilih ini dipotong untuk menghasilkan bentuk dan ukuran yang diinginkan.  3. Lapidary (Cutting and Polishing) Bagian ini merupakan tahapan penting dalam proses pembuatan batu mulia yang berkualitas, karena proses ini akan memunculkan warna terbaik suatu batu mulia. Cutting adalah proses penggunaan alat khusus untuk memotong batu mulia mentah menjadi bentuk akhir yang diinginkan. Teknik pemotongan yang digunakan bisa bervariasi tergantung pada jenis batu dan desain perhiasan yang diinginkan . Terdapat 2 jenis cutting paling populer di pasaran, antara lain: Faceted Cutting:  Dalam pemotongan facet, permukaan batu dipahat menjadi serangkaian sisi datar dan terbentuk, yang disebut facet, yang menciptakan cahaya memantul dari dalam batu, menciptakan kilauan dan warna yang menakjubkan. Pemotongan facet dapat bervariasi dalam jumlah dan pola, tergantung pada jenis batu dan keinginan desain. Faceted cutting umumnya dilakukan pada batu mulia yang transparan, termasuk berlian, zamrud, safir, ruby, topaz, dan berbagai jenis batu lainnya. Cabochon Cutting:  Dalam cabochon cutting, batu dipoles menjadi bentuk bulat atau oval dengan satu permukaan yang halus dan melengkung, tanpa facet. Permukaan yang dihasilkan biasanya dikenal sebagai "cabochon". Metode ini sering digunakan untuk batu-batu yang translucent-opaque ataupun yang memiliki banyak inklusi dan efek optik khusus, contohnya seperti cat’s eye. Sementara itu, polishing adalah proses yang dilakukan setelah pemotongan untuk memberikan permukaan batu kilauan yang indah. Hal ini dilakukan dengan menggunakan bahan abrasif yang halus dan roda penghalus untuk menghilangkan cacat kecil dan meningkatkan kecerahan serta kejernihan permukaan batu mulia. 4. Setting Tahap ini dilakukan jika batu mulia tersebut ingin dijadikan perhiasan, di mana batu yang sudah di cutting dan polishing dipasangkan pada cetakan logam. Tujuan utama dari pemasangan batu adalah untuk menjaga batu permata agar aman serta untuk meningkatkan kilauan batu permata dengan menampilkan potongan, kejernihan, dan warnanya. Produsen perhiasan menggunakan berbagai metode untuk memasang batu permata ke dalam sebuah barang perhiasan, yang umumnya didasarkan pada potongan dan proporsi batu permata tersebut. 5. Finishing Langkah terakhir dalam pengolahan batu mulia menjadi perhiasan adalah tahap finishing. Pada tahap ini, perhiasan akan diperiksa untuk memastikan kekencangan setting, keamanan batu, dan keseluruhan estetika. Pada proses ini permukaan batu akan dibersihkan, dipoles, ataupun diberi tekstur.    Pengolahan Logam Mulia Pengolahan logam mulia menjadi perhiasan atau logam batangan melibatkan serangkaian langkah yang kompleks. Berikut adalah penjelasan umum mengenai proses tersebut: 1. Pemurnian (Leaching): Setelah logam mentah ditambang, mereka melewati serangkaian tahap pemurnian untuk menghilangkan kotoran dan logam-logam lainnya. Proses pemurnian ini penting untuk meningkatkan kemurnian logam, yang sangat krusial dalam pembuatan perhiasan berkualitas tinggi atau logam batangan. 2. Casting Logam yang telah dimurnikan kemudian dilelehkan dan dicetak ke dalam bentuk yang diinginkan. Untuk pembuatan perhiasan, ini bisa berarti mencetak logam ke dalam cetakan perhiasan yang diinginkan, sementara untuk logam batangan, logam dilelehkan dan dicetak menjadi batangan logam standar. 3. Pemrosesan Lanjutan (opsional) Beberapa logam perlu melalui proses pemrosesan lanjutan untuk mendapatkan sifat-sifat yang diinginkan. Misalnya, logam dapat dipanaskan dan didinginkan secara khusus (perlakuan panas) untuk meningkatkan kekuatan atau kekerasan mereka. 4. Polishing dan Finishing: Produk logam kemudian dipoles dan di-finishing untuk memberikan tampilan yang diinginkan. Ini bisa berupa mengkilapkan logam, memberikan tekstur tertentu, atau memberikan lapisan perlindungan seperti rhodium plating pada perhiasan. 5. Setting (untuk perhiasan) Jika logam tersebut akan digunakan untuk perhiasan, maka langkah terakhir adalah memasang batu permata atau elemen dekoratif lainnya.   Sumber: Adams, M. D. (Ed.). (2005). Advances in gold ore processing. Elsevier. Barben Analytical | Gold Processing: Cyanide Leach process (ph/ORP). (n.d.). https://www.barbenanalytical.com/applications/mining-industry/gold-processing-cyanide-leach-process Ben-Zvi, G. (2024, February 19). Lucara rough-supply deal with HB Back on. Rapaport. https://rapaport.com/news/lucara-rough-supply-deal-with-hb-back-on/ Gemological Institute of America: All about gemstones. GIA. (n.d.). https://www.gia.edu/  Gienger, M., Schumann, W. (2009). Gemstones: Quality and Value, Volume 1. Sterling Publishing Co., Inc. How to make high quality gold bar & bullion -vacuum gold bar casting machine. cdocast. (2021, July 29). https://www.cdocast.com/buyer_guide/gold-bar-casting/ Ilyas, S., & Lee, J. C. (2018). Gold metallurgy and the environment. CRC Press. Kautsky, J. (2016). Mine to market: The “adventure story” of Colored Stones. Gemological Institute Of America. Springfield Jewellers. (n.d.). Understanding the cost of gemstone cutting and polishing in Australia. https://springfieldjewellers.com.au/blogs/news/understanding-the-cost-of-gemstone-cutting-in-australia  Webster, R. (2016). Gemstone Enhancement: Heat, Irradiation, Impregnation, Dyeing, and Other Treatments Which Alter the Appearance of Gemstones, and the Detection of Such Treatments. Butterworth-Heinemann. Www.goldsmiths-Centre.org. (n.d.). Lapidary. Lapidary - The Goldsmiths’ Centre. https://www.goldsmiths-centre.org/career-profiles/profiles-lapidary/